FAQ

1. Apa Itu KKA?
KKA (Kavling Kebun Agrowisata) merupakan sebuah usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk membeli kebun-kebun dengan maksud untuk menjadikan perkebunan tersebut lebih produktif demi kemakmuran bersama.

2. Keuntungan KKA Dibandingkan dengan Investasi Lainnya?
Investasi KKA memiliki nilai lebih dibandingkan anda berinvestasi dalam bentuk finansial seperti deposito. Investasi KKA memberikan banyak keuntungan bagi anda baik itu berupa materiil maupun non materiil. Dari segi materiil anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, selain harga tanah yang semakin meningkat, anda juga dapat keuntungan dari hasil penjualan hasil produksi perkebunan 40% (Investor), 40% (Pengelola), dan 20% (Admin atau Surveyor) dari keuntungan penjualan. Dari segi non materiil anda bertindak sebagai pemilik lahan bukan sebagai petani produksi, jadi segala urusan yang berkaitan dengan produksi, bibit tanaman, dan penjualan kami selaku pengelola yang akan mengerjakannya.

3. Apakah bukti tanda kepemilikan ada di Saya?
Transaksi yang kita lakukan di awal adalah jual beli kavling kebun, maka setelah akad jual beli sah Sertifikat Kepemilikan sepenuhnya akan anda pegang.

4. Apakah Kepemilikan bisa Dijual belikan?
Tentu saja bisa seperti sertifikat kepemilikan pada umumnya, anda bisa menjual belikan kapan saja. Kami akan berusaha membangun pasarnya. Intinya adalah apabila anda menjual kami yang akan membelinya.

5. Apakah Investasi ini Beresiko?
Setiap suatu usaha atau pun investasi akan rentan dengan yang namanya resiko. Dalam usaha perkebunan resiko sering terjadi adalah gagalnya panen yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti, hama, penyakit tanaman, curah hujan yang tidak dapat dikendalikan baik melalui penanganan konvensional maupun non konvensional. Selain itu kegagalan juga dapat terjadi pada pemasaran, seperti daya beli masyarakat terhadap produk yang kita pasarkan kurang. Resiko tersebut dapat diminimalisir dengan skills dan pengalaman lapangan yang baik oleh tenaga pengelola lahan maupun marketing. Namun, apabila kedua resiko tetap terjadi, anda tetap mendapatkan keuntungan yaitu harga lahan yang semakin meningkat.

6. Lahan Seperti apa yang Cocok untuk KKA?
Kavling Kebun Agrowisata dapat diusahakan di segala jenis lahan baik itu dataran rendah maupun dataran tinggi. KKA yang kami kelola terletak di dataran menengah dengan kategori lahan perkebunan yang belum termakmurkan dengan maksimal oleh pemilik sebelumnya.

7. Apakah Kebun-Kebun KKA harus Dibeli?
Sesuai dengan nama yang kita gunakan yaitu KKA (Kavling Kebun Agrowisata) maka investor harus membeli kavling perkebunan. KKA memiliki nilai tambah bagi investor saat perkebunan yang kita kelola sudah menjadi makmur dan menjadi agrowisata sebagai destinasi wisata.

8. Siapa Target Pasar atau Calon Pembeli dalam KKA?
Target pasar calon pembeli yaitu keluarga menengah ke atas dengan kategori mampu membeli rumah dan kebutuhan tersier seperti mobil. Harga yang kami tawarkan untuk 1 unit kavling sangat terjangkau.

9. Berapa Nilai Minimal Investasi untuk Dapat Mengikuti Program KKA ini?
Saat ini kami menyediakan beberapa paket kavling dengan luasan yang berbeda, antara lain 100 m2, 300 m2, 500 m2, dan 1.000 m2. Per kavling ± 100 m2.

10. Apakah Nilai-Nilai Tersebut Sudah Termasuk Tanamannya atau Hanya Lahannya?
Transaksi awal jual beli yang disepakati adalah jual beli lahan plus biaya operasional yaitu bibit, penanaman, perawatan, pemanenan hingga penjualan sampai 5 tahun pertama atau sampai saat panen pertama tanaman durian. Hal ini dilakukan agar membuktikan bahwa lahan-lahan yang Anda beli adalah untuk dimakmurkan bukan sekedar spekulasi lahan dan membiarkan kondisinya tetap sama dengan sebelum Anda beli.

11. Dimanakah Lahan KKA itu Tersedia?
Lahan KKA pertama yang kami investasikan dan kelola terletak di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sengaja kami memilih daerah tersebut karena letaknya sangat strategis dekat dengan tempat wisata sehingga memudahkan kami untuk melakukan pemasaran produk durian. Selain itu, lokasi tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan pohon durian yang kami kelola dan wilayah tersebut sudah terkenal menjadi sentral produksi durian di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

12. Siapakah yang akan Mengolah Kebun-Kebun Dalam Program KKA?
Kebun-kebun yang anda investasikan akan dikelola oleh pekerja handal dan berpengalaman di bidang perkebunan yang telah kami persiapkan.

13. Bagaimana Konsep Kerjasama antara Saya dengan Pengelola?
Transaksi antara Anda dengan kami atau pengelola awalnya adalah jual beli lahan. Setelah lahan milik Anda, kerjasama selanjutnya adalah kerjasama pengelolaan lahan selama 20 tahun dengan evaluasi pertama 5 tahun setelah penanaman. Dan periode pengelolaan dapat diperpanjang. Bagi hasil pengelolaan disepakati bersama yaitu 40% (Investor), 40% (Pengelola), dan 20% (Admin atau Surveyor) dari keuntungan penjualan.

14. Berapa Lama antara Masa Persiapan Tanam Sampai Produksi?
Tanaman yang akan kita tanam di kebun agrowisata ini adalah durian. Masa tanam durian dimulai dari tahun pertama transaksi jual beli kavling perkebunan. Proses produksi buah durian kami targetkan terjadi pada tahun ke-5 (lima) setelah tanam. Sehingga investor dapat merasakan bagi hasil di tahun ke-6 (enam).

15. Apakah Pengelola akan Memasarkan Produk-Produk tersebut?
Selain bertindak sebagai pengelola, kami juga berperan sebagai marketing (pemasaran produk). Jadi, semua produk yang dihasilkan dari KKA akan dipasarkan secara langsung oleh kami.

16. Berapa Pohon yang Ditanam dalam Setiap Kavling?
Tanaman yang akan kita tanam di kebun agrowisata ini adalah durian. Per kavling kebun durian luasnya ± 7 x 14 m atau ± 100 m2. Dan dalam setiap kavling akan ditanami 2 pohon durian.

17. Jenis Durian yang akan ditanam di Lahan Kavling?
Varietas durian yang akan ditanam di lahan kavling merupakan varietas durian unggulan yang terkenal memiliki aroma yang sedap, rasa yang manis, daging yang tebal, dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi seperti Musang King, Pelangi, Super Tembaga, dan lain sebagainya.

18. Bagaimana Sistem Pembayaranya?
Setiap pembelian kavling kebun diawali dengan pembayaran NUP (Nomor Urut Pemesanan) sebesar Rp 250.000/Kavling (berlaku kelipatan). Setiap pembelian kavling kebun bisa dilakukan secara Cash maupun Angsuran. Pembayaran Cash bisa dilakukan dengan dua pilihan cara yaitu Cash Keras (Langsung Lunas) atau Cash Bertahap maksimal selama 3 bulan. Pembayaran Angsuran diminta untuk membayar DP sebanyak ±30% dari total pembayaran kavling. Pembayaran DP pun bisa dilakukan secara langsung (Full 30%) atau bertahap maksimal selama 3 bulan. Dan untuk pembayaran angsuran maksimal selama 5 tahun.

19. Bagaimana Transaksi Jual Beli Kavling tersebut?
Dalam penjualan Kavling Kebun Agrowisata ini menerapkan sistem syariah, yaitu tidak ada bunga, tidak ada denda, dan tidak ada sita.

20. Berapa lama kontrak pengelolaan lahan tersebut?
Tanaman yang akan kita tanam di kebun agrowisata ini adalah durian. Masa tanam durian dimulai dari tahun pertama transaksi jual beli kavling perkebunan. Usia produktif pohon durian kami targetkan selama 20 tahun. Jadi selama kurun waktu 20 tahun lahan tersebut diperuntukkan untuk perkebunan.